Jumat, 31 Mei 2013

TAFSIR MIMPI MENURUT ALQUR’AN DAN ASSUNNAH



بسم الله الرحمن الرحيم


TAFSIR MIMPI MENURUT  ALQUR’AN  DAN ASSUNNAH

Segala Puji Bagi Allah SWT,  Dzat yang telah menciptakan segala sesuatu, aku berlindung kepadaNYA dari kejahatan nafsuku siapa yang Allah SWT tunjuki tidak ada yang bisa menyesatkannya; dan siapa yang Dia sesatkan tiada yang bisa menujukinya.
Mimpi merupakan sesuatu yang gaib .setiap manusia pasti telah merasakannya . ia datang tidak terduga , kadang diharapkan kehadirannya kadang tidak. Mimpi bisa mendatangi anda dalam sesuatu yang buruk ,mencekam dan seram. Juga kadang sebaliknya, indah, menyenangkan  bahkan  dapat menjadikan motivasi dalam hidup anda. Berikut ini , saya akan mencoba untuk menerangkan sekelumit tentang  mimpi dan ta’birnya yang diambil dari berbagai kitab  yang dikarang oleh orang-orang soleh  seperti Ibnu Sirin, abu saad dan yang lainnya.
 Adapun Dalil-dalil tentang mimpi banyak diterangkan didalam alqur’an dan hadits nabi, diantaranya,: 
 Dalam hadits yang diriwayatkan oleh imam bukhari Nabi bersabda : kenabian telah habis kecuali al mubasyirat.”para sahabat bertanya , apakah almubasyirat itu ,? “ Beliau menjawab ,: mimpi yang baik.”

Mimpi Di dalam Al Qur’an.

Allah SWT berfirman ,
1.       ingatlah ketika yusuf berkata kepada ayahnya ,” whai ayahku, sesungguhnya aku melihat sebelas bintang ,matahari dan bulan ; kulihat semuanya bersujud kepadaku .’ ayhnya berkata,’hai anaku, janganlah kamu ceritakan mimpimu itu kepada saudara-saudaramu , maka mereka mambuat makar (untuk membinaskanmu ) . sesungguhnya syetan musuh yang nyata bagi manusia.” (QS –yusuf :4-5)

2.       dan bersama dia masuk pula kedalam penjara dua orang pemuda .berkatalah salah seorang diantara keduanya. ‘ sesungguhnya aku bermimpi bahwa aku memeras anggur .’ dan yang lainya berkata .’ sesungguhnya aku bermipi  bahwa aku  membaw aroti diats kepalaku , sebagiannya dimakan burung .berikanlah kepada kami ta’birny ; sesungguhnya kami memandang kamu termasuk orang –oarng yang pandai (menta’birkan mimpi ).’ Yusuf berkata ,tidak disampaikan kepada kamu berdua makanan yang yang akan di berikan kepadamu melainkan aku telah dapat menerangkan  jenis makanan itu , sebelum makanan itu sampai kepadamu . yang demikian itu adalah sebagian dari apa yang diajarkan kepadaku oleh tuhanku .sesungguhnya aku telah meninggalkan agama orang-orang  yang tidak beriman kepad Allah, sedang mereka ingkar kepada hari kiamat.” ( QS yusuf : 36-37 )

Dan banyak lagi ayat –ayat dan hadits nabi yang menerangkan tentang mimpi,yang tidak kami cantumkam di blog ini .



Jenis Mimpi.
1.      Mimpi yang benar
Mimpi yang benar ialah gambaran  yang benar menurut akal batiniah, yang mengungkapkan kebenaran yang kokoh, yang tersimpan dalam benak, yang bahasanya benar , dan yang menunjukan aneka makna yang konsisten. Mimpi yang benar terbagi empat.
a.       . mimpi yang benar dan menjadi kenyataan. Mimpi ini menginformasikan kebenaran. mimpi demikian merupakan merupakan bagian dari kenabian.
b.      Mimpi yang baik. Ia merupakan kabar gembira dari Allah ta’ala.
c.       Mimpi simbolis atau bisikan yaitu yang terjadi dan dapat menjelaskan masalah rumit yang tengah dihadapi di dalam kehidupan .
d.      Mimpi yang menakutkan  yaitu yang mengingatkan aka nada bahaya yang mengancam atau suatu pengaruh yang mengganggu.jenis mimpi ini terungkap dalam QS. yusuf:43.
2.      Mimpi yang mungkin benar.
Ialah gambaranyang mereflesikan berbagai fikiran atau perbuatan manusia.perilakunya ketika sadar disampaikan kepada hatinya, lalu dia melihat perilaku tersebut di dalam mimpi.
3.      Mimpi kosong atau mimpi yang tidak bermakna
Ia adalah mimpi yang bagian-bagiannya tidak difahami oleh pemimpi itu sendiri. Atau kejadiannya tidak dapat diingat secara sistimatis, mimpi jenis ini adalah batil dan tidak dapat ditakwilkan sebab imimpian yang diciptakan oleh syetan.
Etika pelaku mimpi:
1.      Tidak menceri takan mimpinya kepada orang yang hasad sebagaimana di terangkan dalam alqur’an surat Yusuf ;5
2.      Jangan menceritakanmimpinya kepada orang bodoh . nabi bersabda , “ janganlah kamu menceritakan mimpimu kecuali kepada orang yang  dicintai atau kepada orang yang pandai.
3.      Jangan meceritakan mimpi kecuali secara rahasia, karena diapun melihatnya secara rahasia pula.

Adapun takwil –takwil tentang mimpi diantaranya  adalah :

1.      Takwil Mimpi Hamba di Hadapan Tuhannya 
Ustad abu saad mengatakan  bahwa barangsiapa  mimpi seolah dia berdiri  di hadapan tuhannya sedang Allah  melihatnya maka mimpinya itu merupakan mimpi rahmat , jika jika dia orang saleh
,jika bukan orang sale maka waspadalah.
Jika mimpi bermunajat kepada-NYA  berarti dia dimulyakan dengan kedekatan kepada-NYA dan disukai manusia .
Jika mimpi seolah –olah sujud di hadapan Allah ,dia didekatkan dengan-NYA  dan dicintai manusia. Karena Allah berfiman :
Dan sujudlah dan dekatlah  (dirimu kepada tuhan ) “ ( QS . al’alaq: 19).
Jika berbicara dengannya di balik hijab , maka agamanya menjadi baik dan dapat melaksanakan amanah .
 

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Cari di Blog Ini